Awalnya hanya denger dari temen yang katanya dia baru aja beli buku dan kayaknya ceritanya rame. Hal itu terlihat dari sinopsisnya yang betul-betul menarik dan membuat penasaran orang yang membacanya. Nah, aku aja baru denger dari omongan temen , tapi ngga tau ya,,, kenapa kok setelah dengar sepenggal kisah dalam buku itu, aku begitu tertarik dan amat sangat ingin sekali punya buku itu, bagaimanapun caranya. Hehehehe, maklum, memang aku orangnya kalau udah ada yang diinginkan, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. (tapi bukan untuk hal yang negatif lho yah,,,)
Teman aku itu bilang, waktu jalan-jalan ke Bandung Book Center, dia lihat buku, cukup nyentrik, karena tampilannya kayak buku lama. Warnanya cokelat, dengan sedikit guratan di bangian pinggir bukunya yang didisain sedemikian rupa hingga nampak seperti buku lama. Langsung tuh, dia ambil bukunya dan baca sinopsisnya. Ngga nyampe 2 detik, langsung itu buku diembat dan langsung dibayar di kasir. Waduh,,,, aku jadi makin penasaran dengan buku itu, buku yang berhasil bikin temen aku ga panjang lebar mikir untuk beli tuh buku.
Besoknya, aku langsung minta temenin temenku itu untuk nyari bukunya di Togamas. Berhubung deket kampus memang dibuka cabang Togamas yang baru. Tapi, sayang,,,, ternyata di toko itu belum terlalu lengkap. Buku yang aku cari ngga ada. Hffff. Akhirnya aku putuskan untuk ke Gramed aja. Menururt informasi yang bisa dipercaya, Gramed juga jual buku itu. Langsung kita tancep gas (sopir angkotnya sih yang tancep gas, kita-kita mah cuma diem dan duduk manis di angkot, hehehe). Nyampe Gramed, langsung naek lantai 3 dan Alhamdulillah,,,,, akhirnya dapet juga buku itu… Love, Hate, and Hocus-Pocus. Unik banget kan judulnya???

Memang didasari dengan kesukaan aku yang suka cerita romance, jadi ngga heran aku ngebet banget sama buku yang satu ini. Ngga nyesel punya buku ini. Hehehe. Btw, buku ini udah aku baca 6x dalam 2 hari. (udah kayak makan aja,,, sehari 3 x baca the most highly recommended book). Hohohohoho,,, so sweet banget. Daya tarik buku ini begitu kuat dan memang benar-benar romantis. Ada hal lain yang bikin aku seneng dengan buku ini yaitu settingnya di industri FARMASI. Yes, absolutely I like it. Pharmacy ,,,all about drug, healthy, therapy, etc. Narsis gw muncul….Hehehe. Terus,,,, ada lagu yang diceritain dalam buku ini yang merupakan lagu lama, “Let’s Call The Whole Thing Off”. Again,,,, kharisma dan aroma-aroma yang membawa suasana ke jaman 60an,,, wuihhhh. Dan yang jelas lagu ini benar-benar mencerminkan kisah dua tokoh dalam buku Love, Hate, and Hocus-Pocus . Pas denger lagunya yang berjudul “Let’s Call The Whole Thing Off” jadi senyum-senyum sendiri dan emang enak didenger lagunya.
Pesan moral: bisa saja orang mengalami hate at first sight, tapi bisa aja perasaan sebaliknya terjadi setelah itu, karena benci dan cinta itu bedanya tipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis banget.